Sekeras apapun aku mengelak. Sejauh apapun aku mencoba lari. Aku tetap tidak bisa pergi. Nama itu selalu dan selalu membayangiku.
Lama sudah aku tak melihatnya. lama aku tak mendengar kabarnya. Hingga kukira rasa yang membawa luka itu pergi. Dan buku kenangan itu sudah tertutup untuk selamanya.
Tapi ketika kini dia muncul kembali dihadapanku. Ketika kudengar lagi suara itu. Rasa yang membawa luka itu kembali menyeruak dalam hatiku. Hingga dada ini terasa sesak. Sesak yang menyakitkan yang membuatku tak kuasa lagi membendung air yang selama ini kutahan dengan benteng dari puing-puing kebahagiaan yang tersisa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar